Ketua DPP LDII : Jaga Demokrasi untuk Lahirkan Kepemimpinan Nasional yang Hebat

LDIIBekasiKota.or.id, Dukungan terhadap tiga calon presiden telah meningkat, dan sekarang mereka hanya perlu mencari pasangan yang tepat. Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menyatakan harapannya agar agenda pesta demokrasi pada tahun politik ini tetap berjalan dengan lancar dan pemilihan umum dilaksanakan sesuai jadwal. Menurutnya, Pemilu yang sesuai jadwal adalah upaya untuk menjaga demokrasi dan menghilangkan isu politik seperti perpanjangan masa jabatan atau penundaan Pemilu.

Sebagai ormas keagamaan, LDII memandang Pemilu sebagai agenda strategis untuk menjalankan program kerja. Menurut KH Chriswanto, pemenang Pemilu adalah pemegang otoritas, dan ormas memiliki kapasitas untuk menjalankan program kerja sebagai perwujudan aspirasi anggotanya. Ia menegaskan bahwa kontribusi ormas untuk pembangunan tidak akan berjalan tanpa bermitra dengan pemegang otoritas.

KH Chriswanto juga menekankan bahwa menjaga agenda demokrasi sama halnya dengan mengupayakan lahirnya kepemimpinan nasional yang berorientasi pada kemakmuran dan kemajuan bangsa Indonesia. Ia berpendapat bahwa kepemimpinan nasional yang diinginkan oleh bangsa Indonesia adalah pemimpin yang berkomitmen pada Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 serta terus melanjutkan segala hal yang baik dari kepemimpinan terdahulu.

Menurut KH Chriswanto, pemimpin nasional yang diharapkan oleh masyarakat harus memiliki tidak hanya popularitas tinggi tetapi juga elektabilitas yang tinggi karena kinerjanya. Ia juga menekankan bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang jujur dan memiliki integritas.

KH Chriswanto mengingatkan bahwa kepemimpinan yang lahir pada 2024 nantinya akan menghadapi tantangan nasional dan global yang sangat tinggi. Ada Perang Dingin baru yang melibatkan banyak blok yang akan berebut sumber daya alam seperti elemen tanah jarang, energi, air, dan pangan. Tanpa kepemimpinan nasional yang kuat, negeri ini hanya akan dijarah kekayaannya tanpa peningkatan kemakmuran bangsa Indonesia sebagai pemiliknya. Ia juga menekankan bahwa pemimpin masa depan harus kian kreatif, dan doktrin utang dalam pembangunan harus dipertimbangkan kembali.

Related posts

Leave a Comment