Partisipasi LDII Kota Bekasi dalam Rukyatul Hilal, Belum Terlihat di Lokasi Pengamatan

Bekasi (19/3). Partisipasi DPD LDII Kota Bekasi dalam pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal 1 Syawal 1447 H telah dilaksanakan di wilayah Kota Bekasi, di rooftop Apartemen Grand Kamala Lagoon Kota Bekasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nasional dalam penentuan awal bulan Hijriah melalui metode observasi langsung.

Ketua DPD LDII Kota Bekasi, Ary Widjanarko, menyampaikan bahwa perbedaan penentuan awal Syawal di Indonesia merupakan hal yang wajar, mengingat adanya perbedaan metode yang digunakan oleh masing-masing organisasi kemasyarakatan Islam, baik melalui hisab maupun rukyat. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya menjaga sikap saling menghormati di tengah keberagaman tersebut.

“Perbedaan itu masing-masing memiliki dasar dan cara sendiri, namun yang terpenting adalah tetap saling menghormati agar kerukunan umat tetap terjaga,” ujarnya.

LDII Kota Bekasi sendiri melaksanakan pengamatan dengan metode rukyatul hilal, yakni observasi langsung terhadap posisi bulan sebagai penentu masuknya bulan Syawal. Namun, kondisi cuaca, kabut, asap, serta polusi udara menjadi faktor yang cukup memengaruhi visibilitas, meskipun pengamatan dilakukan dari ketinggian.

“Pelaksanaan sudah kami lakukan, namun kondisi cuaca yang mendung serta adanya kabut dan polusi menjadi faktor yang menghambat pengamatan,” jelasnya.

Tim pemantau yang diterjunkan dalam kegiatan ini di ketuai oleh Achmad Taufik, berjumlah enam orang yang telah mengikuti pelatihan sebelumnya. Mereka bertugas melakukan observasi sekaligus menyusun laporan hasil pengamatan yang akan menjadi bagian dari kompilasi data secara nasional.

Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi tersebut, objek yang menjadi sasaran observasi belum berhasil terlihat. Meski demikian, hasil pengamatan tersebut dilaporkan secara berjenjang kepada DPW LDII Jawa Barat serta dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk Kementerian Agama setempat.

Selain itu, LDII Kota Bekasi juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan dan persatuan, khususnya apabila terdapat perbedaan dalam penetapan Hari Raya Idulfitri.

“Harapan kami, seluruh masyarakat tetap menjaga kekompakan dan saling menghormati, sehingga keharmonisan umat dapat terus terpelihara,” pungkasnya.(alya)

Related posts

Leave a Comment